Banyak orang memiliki teman. Tapi tak banyak yang mau menemani kita ketika kita dalam cobaan. Beruntung, saya memiliki banyak teman yang mendukung saya saat mendapat ujian.
Ketika bersidang, saya selalu ditemani orang-orang tercinta yang mendukung saya. Mereka selalu membela saya bahwa saya tidak bersalah karena mereka tahu sifat, kebiasaan, dan keseharian saya. Mereka inilah yang selalu menyemangati saya dalam menghadapi cobaan ini.
Bahkan, persahabatan saya dengan teman-teman sempat terliput oleh teman-teman media. Mereka menuturkan arti persahabatan saya bersama teman-teman kampus saya di ITB. Salah satunya adalah Basar Simanjuntak. Saya begitu terharu membaca teman dari jurnalis yang dimuat di Koran Tempo ini. Tulisan itu juga dimuat dalam blog ini.
Terima kasih atas dukungan teman-teman. Saya tidak bisa membalas apa-apa. Saya hanya bisa mengatakan teman-teman adalah saksi apakah keadilan telah ditegakkan dalam kasus ini. Semoga.
Tak mudah membela sesuatu meski benar adanya. Saya hanya bisa memaparkan berbagai fakta. Biarlah masyarakat yang menilai keadilan telah ditegakkan atau hanya milik para pemesan. “Justice is never given; it is exacted and the struggle must be continuous for freedom is never a final fact….” — Philip Randolph (pejuang hak asasi kulit hitam AS)
JADWAL SIDANG KASUS SEWA PESAWAT MERPATI
Pakar Hukum UGM: Jika Tak Ada Niat Jahat, Keputusan Profesi Tak Bisa Dipidana
Sidang kasus pengadaan dua pesawat oleh PT Merpati Nusantara Airlines dengan agenda pertanyaan Hotasi Nababan terhadap saksi ahli pakar hukum pidana korupsi dari UGM, Prof. Edward Omar Sharif Hiariej.
Gerakan Antikorupsi Dibajak Oknum Penegak Hukum
Gerakan antikorupsi yang tengah giat berkiprah di Indonesia dibajak oleh sejumlah oknum penegak hukum. Dalam berbagai kasus, aparat penengak menggunakan alasan pemberantasan korupsi untuk memeras direksi atau pun pejabat publik yang membuat diskresi. "Seringkali mereka mencoba menekan pembuat diskresi dengan cara-cara yang tidak elegan," kata mantan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan saat peluncuran buku 'Jangan Pidanakan Perdata' yang diselenggarakan IA-ITB, di Jakarta, Kamis (26/7). (MediaIndonesia.com, 27 Juli 2012)
Buku Jangan Pidanakan Perdata karya
Hotasi Nababan dapat dibaca secara lengkap
dalam versi digital di sini.
Menteri BUMN Dahlan Iskan Dukung Hotasi Nababan
Sofyan Djalil: Hotasi Tak Bersalah di Kasus Gagal Sewa Pesawat
Kesaksian Jaksa di AS dan Komisaris Utama Merpati
- Detik.com: Bos TALG di AS Dipidana Merpati karena Korupsi Uang Sewa Pesawat
- Detik.com: Kasus Merpati, Uang Sewa Pesawat USD 1 Juta Malah Dikorupsi Bos TALG
- BeritaPlasa.com: Eks Sekretaris Kementerian BUMN Bela Mantan Dirut Merpati
- BeritaPlasa.com: Bos Perusahaan di AS Tilep Uang Merpati
- BeritaPlasa.com: Security Deposit Merpati Ternyata Diselewengkan
- Rmol.com: Bos Perusahaan Bule Gelapkan Duit Merpati
- Jpnn.com: Bos Perusahaan di AS Tilep Uang Merpati
- Tribunnews.com: Gelapkan Satu Juta Dolar AS, Merpati Pidanakan Bos TALG
- Okezone.com: Security Deposit Merpati Ternyata Diselewengkan
- Vivanews.com: "Duit Merpati Ditilep Rekanan, Tak Dimakan Dirut"
- Uang Merpati Disalahgunakan Bos TALG
- Kasus Merpati, Saksi Ahli: Itu Piutang, Belum Rugi dan Harus Ditagih
- Mantan Komisaris Utama Merpati: Ini Cuma Masalah Resiko Bisnis
Langganan:
Postingan (Atom)


